Knowledge Mapping

What is Knowledge Mapping ?

Definitions

  • "Knowledge mapping is a process of surveying, associating items of information or knowledge, preferably visually, in such a way that the mapping itself also creates additional knowledge determining forexample where knowledge assets are, and how they flows in the system." Modified from Vail E. (1999) and HyltonA. (2002)
  • "An ongoing, collaborative quest to uncover the constraints, assumptions, location, ownership, value and use of information artifacts, find people and qualify their expertise, surface blocks to knowledge creation, and discover opportunities to leverage tacitknowledge." Grey D. (2005)

Loading image

Click anywhere to cancel

Image unavailable

Types of KM audits

Belows are some of types of KM Audits

  • Information audit: As a first step to developing a knowledge management strategy, identify the information needs of your organization and define how those information resources and services are actually used. Avoid information overkill!
  • Content audit: What to do when your content is already published? An occasional content audit can help maintain the overall health of a system and allows knowlegeworkers to review their organization's knowledge assets.

12 steps to KM success

Highlighted below are the 12 steps of a KM success framework adapted from Simon Walker's "12 Steps to KM success." Learn more

  • Value proposition: Does your organization have a compelling story on how KM will provide business benefit?
  • Strategic alignment: Do you need a KM strategy or is the KM program directly supporting the existing business strategy of the organization?
  • Organizational structure: What's the structure of your organization?
  • Managing performance: How is KM performance rewarded in your organization?
  • Cultural sensitivity: Do you think KM can change the organizational culture?
  • Technology: Does your technology enable KM or direct the solution?
  • Knowledge creation: How do you know what knowledge is important to your organization?
  • Knowledge structure: How will knowledge be structured for reuse?
  • Knowledge review: Will you review the knowledge before storing in a repository?
  • Knowledge reuse: How will employees search for knowledge to reuse?
  • Knowledge base vitality: Who owns the knowledge? Who’s responsible for updating and archiving? How will this be managed and resourced?
  • Environmental scanning: Do you continually scan the environment to ensure that your KM program is aligned with changes of organizational strategy?

Buat domain gratis menggunakan co.cc

saya coba memberikan alternatif bagaimana membuat domain gratis dengan fasiltas dari co.cc. ya namanya juga gratis, domain gratis ini hanya bertahan untuk sementara waktu. tapi setidaknya kita bisa belajar bukan. Ok selamat mencoba tutorial ini.

  1. ketik di URL address anda dengan www.co.cc
  2. Pilih Create an account now jika anda belum memiliki account
  3. setelah selesai melakukan registrasi mulailah menentukan nama domain anda!, cek di Check Availability untuk menentukan apakah nama domain anda termasuk duplikasi atau tidak.
  4. Jika tidak masuklah ke menu Manage Domain untuk melakukan setup nama domain anda
  5. Masuklak ke pilihan 3 yaitu
  6. Isi beberapa field yang dibutuhkan diantaranya
    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
  7. Setelah selesai mengisi klik Setup
  8. untuk mencobanya, bukalah browser anda dan ketikkan di URL address anda dengan nama domain yang baru saja dicoba.
  9. Selamat Mencoba

Onlinein Senayan Library Automation (Phase 1)

mungkin terbesit di pikiran anda ingin mengonlinekan database perpsutakaan di web, tapi bingung...berikut ini saya berikan sedikit tutorial yang sekiranya berguna buat anda dan kita semua...hehehe
moga-moga tutorial yang sederhana ini bermanfaat...kalo ada pertanyaan yang sekiranya kurang jelas insyaallah jika ada waktu saya sempatkan untuk menjawab...
Oke Selamat mencoba dan berkreasi...Good Luck ^-^

Read More...

BUNGA RAMPAI KEARIFAN LINGKUNGAN

Bangsa Indonesia merupakan masyarakat majemuk dengan kebudayaan yang beraneka ragam. Secara kesuku-bangsaan, berdasarkan perbedaan bahasa daerah, terdapat + 555 suku bangsa atau sub-suku bangsa yang terbagi dalam ribuan komunitas yang tersebar di Kepulauan Nusantara. Kemajemukan masyarakat Indonesia merupakan faktor pendorong sekaligus kekuatan penggerak dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dalam beradaptasi terhadap lingkungan, kelompok-kelompok masyarakat tersebut mengembangkan kearifan lingkungan sebagai hasil abstraksi pengalaman mengelola lingkungan. Keanekaragaman pola-pola adaptasi terhadap lingkungan hidup yang dikembangkan masyarakat Indonesia yang majemuk merupakan faktor yang harus diperhitungkan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan. Keanekaragaman pola-pola adaptasi itu semakin besar dalam masyarakat Indonesia yang majemuk dan sedang mengalami perkembangan yang amat sangat pesat sebagai akibat pelaksanaan pembangunan nasional.


Read More...

The Information Triangle

(Segitiga Informasi)

PENDAHULUAN

Dalam proses manajemen sekarang ini, suatu organisasi penyebaran dan penggunaan informasi, peserta dalam siklus segitiga (triangle) ini secara umum terdiri dari: Pustakawan atau Manajer Informasi, IT managers, dan Pengguna. Ini bukanlah suatu konsep baru, dimana teknologi dan meningkatnya kebutuhan secara efektif mampu diatasi dalam pengelolaan informasi yang secara radikal dijelaskan kembali mengenai peranan perpustakaan dan komputerisasi secara professional, dan cara dari pengguna dalam mencari informasi. Pustakawan memiliki spesialisasi dalam hal koleksi dan organisasi informasi berbasis kertas yang pengguna dapat mengaksesnya secara fisik, sedangkan professional komputer (IT Managers) memfokuskan dalam hal pengembangan pengetahuan berdasarkan perkembangan teknologi terkini; untuk beberapa bagian, kedua departemen ini terkadang berpikiran pendek dan “…sebagai hasilnya jarang terdapat duplikasi terhadap…dan membuang-buang sumber daya yang ada” (Rapple, 1997).

Suatu perpustakaan atau pusat informasi telah muncul menjadi pelayanan yang komples (rumit) menghadapi bahan-bahan digital sebagai imbas peralihan dari tercetak (conventional printed and microfilm materials), kebutuhan untuk berkolaborasi diantara para peserta (partisipan) dalam segitiga informasi telah tumbuh. Kita percaya dalam scenario yang tepat, “manajemen informasi yang efektif harus dimulai dengan memikirkan mengenai bagaimana pengguna menggunakan informasi bukan dengan bagaimana pengguna menggunakan mesin” (Davenport, 1994), dan sebagai hasilnya tergantung dari kemampuan semua partisipan dalam suatu siklus segitiga informasi untuk bekerjasama dengan berbagi mengenai target yang ingin digariskan dalam misi suatu pekerjaan dalam hal ini kegiatan bisnis.

Mengapa Harus Bekerjasama?

Teknologi telah menciptakan suatu situasi dimana terjadi peningkatan yang melampaui dalam hal jasa/pelayanan diantara IT dan Perpustakaan, dan hasilnya pustakawan lebih perduli dengan sesuatu yang usang sedangkan IT lebih perduli dengan pelanggaran yang melewati batasnya (Lippincott, 1998). Dalam kurun waktu beberapa decade ini telah terjadi perluasan permintaan untuk jasa komputer dan kompleksitas yang muncul dalam pengembangan dan penyediaan akses terhadap informasi elektronik (E-information). Perkembangan ini menjadi tantangan untuk merubah kebiasaan (culture) dari berbagi informasi diantara organisasi, melatih semua peserta (partisipan) dalam segitiga informasi, dan mengawasi hak cipta dalam lingkungan dimana terdapat jumlah besar yang tidak bisa diawasi dan data-data yang tidak sesuai (Internet). Kolaborasi menjadi hal yang sangat penting untuk menumbuhkan menambha modal dalam perpaduan sumber-sumber intelektual dan berbagai macam sudut pandang dari professional informasi, kebutuhan untuk mengembangkan layanan baru dan metode dalam hal manajemen informasi, kelangkaan sumber DM dan sumber financial, overlapping fungsional, saling ketergantungan anata Pustakawan dan IT staff, serta keselamatan suatu institusi dalam lingkungan yang sangat kompetitif ini.

Definisi Peranan

Dalam Proses Segitiga Informasi (Information Triangle), terdapat 3 peran penting yang ikut ambil bagian, dalam suatu proses ini, ketiga bagian ini mutlak, saling melengkapi antara satu dan yang lain, dan seharusnya pula peran ini mungkin harus mulai dibiasakan untuk dioperasionalkan dalam aktivitas implementasi informasi di suatu institusi. Peranan yang ada dalam segitiga informasi, terdiri dari:

  1. Pengguna Informasi

Pengguna bisa siapa saja dalam suatu lingkungan organisasi yang membutuhkan informasi untuk menunjang kerja mereka dan menjangkau tugas dari teknis sampai dengan kepada tugas manajemen senior. Pengguna secara umum, bukanlah seorang yang ahli terhadap teknologi komputer, dan juga mereka bukanlah orang yang ahli dalam mengelola informasi. Walau demikian, dibutuhkan suatu kemampuan untuk menggunakan system yang sudah ada oleh para ahli teknologi dan informasi dan juga memiliki ketertarikan yang sama untuk memastikan bahwa suatu system yang mereka gunakan adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka. Pengguna biasanya berharap dapat memperoleh secara cepat, mudah, dan tepat informasi yang mereka inginkan dalam database yang ada (quick and easy manner). Mereka tidak memiliki banyak waktu “menelusur melalui jaringan” atau browsing menggunakan mesin pencari yang terkadang menyediakan hasil yang relevan. Keberagaman kebutuhan pengguna, seperti pentingnya untuk mempertahankan fleksibilitas dan efisien dalam pencarian informasi untuk memudahkan penyebaran informasi secara tepat waktu, relevan dan akurat.

Davenport membicarakan mengenai mengenai tekonologi informasi dan juga kekhawatiran para manager. Ia berpendapat bahwa beberapa perusahaan menerapkan teknologi manajemen informasi secara besar tabpa memperkirakan/memperdulikan bagaimana informasi secara aktual digunakan dan para teknokrat (ahli) yang menjadi ”Constantly caught off guard by the ’irrational’ behaviour of end users” (Davenport, 1994).

Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari pengguna informasi:

Strengths (kelebihan)

§ Memiliki akses langsung terhadap sumber online (katalog online), ditambah akses melalui perpustakaan terhadap pangkalan data bibliografik serta online jurnal full teks;

§ Secara bertahap terdapat peningkatan dalam hal penggunaan sumber-sumber informasi elektronik secara mandiri tanpa perantara pustakawan;

§ Informasi sekarang lebih sering diakses melalui komputer (jaringan), dibandingkan dengan berkunjung ke perpustakaan;

§ Menekankan pola pikir layanan self-service, bukannya layanan melalui pustakawan;

§ Peranan pustakawan kedepan yaitu bergerak ke arah pendidikan, tetapi ”pelayanan” masih diperlukan.

Weaknesses (kelemahan)

§ Mencari hasil, tanpa mengetahui dimana mencarinya atau menggunakan pendekatan seperti apa;

§ Menggunakan perkembangan teknologi informasi terbaru, tanpa mengetahui bagaimana cara kerjanya, berikut temu kembalinya;

§ Kebingungan dengan informasi yang berlebihan (information overload);

§ Sumber informasi yang diperoleh masih kompleks, tidak sempurna, dan kurang tepat.

  1. Information manager

Secara sejarah, ”Pustakawan telah menjadi seorang kolektor dan kurator buku, menyusun buku untuk di inventarisasi, disimpan dan dipergunakan, menggunakan berbagai alat serta mekanisme seperti katalog, bagan klasifikasi, sistem sirkulasi dan hal sejenisnya” (Feather, 1998).

>>> to be continued

Read More...